Sabtu, 12 Desember 2009

Bel Sepeda Gadis Kecil Itu


By : Omem Lazaruz Regar

Pelaku :
1. Lazaruz (Aza)
2. Gina (Tetangga Aza dulu berusia 6 tahun
3. Bu Ani (penjaga warung depan Rumah Aza)
4. Vian & Dido (Teman Aza)
5. Amy (Gadis Bersepeda Kecil)


Pagi mengintai dari balik tirai awan.Matahari yang menandakannya mulai muncul.Dia berusaha menerangi bumi tempat manusia menggantungkan harapannya.Aku masih terlelap!!Kesibukan orang-orang yang mencari kemewahan hidup mulai bermunculan lagi.Rutinitas dan jadwal harian yang telah dirancang sedemikian rupa kembali ditekuni.Aku masih terlelap!!Beragam aktivitas dilakukan oleh makhluk ciptaan Tuhan dan sepertinya mereka berfikir untuk terus hidup hingga 1000 tahun lebih.Mereka memulai pergantian hari dengan senyum yang cerah,dengan wajah yang berseri dan harapan hari ini akan lebih baik dari kemarin.Aku mulai membuka mataku!!Perlahan aku hidup kembali setelah melewati perjalanan panjang dalam mimpi.Kulitku mulai merasakan hangatnya matahari.Kemudian aku beranjak dari ranjangku,berjalan perlahan dan berhenti di teras lantai dua di depan kamarku.Aku diam di situ!Merasakan kebosanan yang masih berlomba menyerangku.Aku diam,hanya diam dan tetap diam.Hanya karena menempati rumah baru yang sedikit jauh dari tempat tinggal asalku,aku merasa begitu asing dengan dunia.Padahal seharusnya kebanggaanku memuncak karena inilah rumah yang kubeli dari hasil jerih payahku.Mungkinkah karena di sini tak ada Gina,anak tetanggaku yang berumur 6 tahun yang sering bermain denganku.Atau mungkin karena di sini tak ada Bibu dan Ubib,dua ekor burung merpati yang tiap pagi menemaniku minum teh dibelakang rumah.Aku masih diam di situ.Mataku tak henti memandang sekeliling seolah mencari sebuah alasan yang nantinya akan membuatku betah tinggal di sini.Di kota kecil yang sungguh tenang ini.Dulu aku selalu memimpikan ketenangan seperti ini.Tapi setelah kudapatkan,kenapa aku merindukan masa-masa dulu.“ting…ting…ting…” terdengar bunyi bel sepeda yang mengagetkanku.Aku melihat ke jalan mencari arah datangnya bunyi itu.Dari arah timur kulihat anak kecil kira-kira berusia 6 tahun tersenyum melihatku.Dia yang membunyikan bel itu.Dan akupun tersenyum.Pagi ke dua,Sekali lagi aku terbangun pada jam yang sama.Kemudian aku termenung di teras lantai dua.Ketika tiba-tiba anak kecil itu membunyikan bel sepedanya dan tersenyum padaku seperti kemarin,aku masih berpikir sederhana ”siapa gadis kecil yang manis itu?”Dan hanya itu memang.Karena aku sungguh tidak merasa mengenalnya.Pagi-pagi yang telah berlalu masih membangunkan aku pada waktu yang sama.Dan tiap pagi,anak kecil dengan sepeda mungilnya masih menyapaku.dia selalu membunyikan bel sepedanya lalu tersenyum.Senyum yang manis…“Bu,saya ingin bertanya,apakah Ibu tahu siapa anak kecil yang tiap pagi naik sepeda melewati depan rumah saya?” tanyaku suatu ketika pada pemilik warung depan rumahku.“siapa ya Mas?kok saya kurang tahu?”Dan aku mendapatkan jawaban yang sama ketika kutanyakan hal ini pada ibuku dan beberapa tetanggaku.Kini,tanpa sadar aku mulai memikirkan gadis kecil itu.Siapa dia? Bukankah aku tak mengenalnya? Mengapa dia selalu tersenyum padaku? Dan mengapa pertemuanku dengannya hanya pagi hari?“mungkin itu hanya halusinasimu saja Aza…” kata temanku ketika aku menceritakan hal ini.“sepertinya nggak mungkin.Masak tiap pagi aku berhayal?”“hantu kali…”“jangan ngawur!mana ada hantu pagi-pagi gitu” dan temanku hanya angkat bahu.Rasa penasaran masih menyelimuti pikiranku.Aku bertekat,besok pagi akan kutemui gadis kecil itu.Gadis yang selalu tersenyum manis menemani kebosananku.Dan sepertinya akupun mulai melupakan bosan itu.Karena tiap kali mengingat senyumnya,hatiku akan seirama dengannya,akan tersenyum juga.Pagi ini kontras dengan biasanya.Langit mendung tapi hatiku tersenyum.Kembali aku menunggu gadis kecil itu.Menunggunya menyapaku.“ting…ting…ting…”Aku tersentak.Dia datang.Dan dia masih tersenyum lagi tanpa mengatakan sesuatu.Aku ingin sekali memanggilnya.Tapi tak ada suara.Aku seperti tersihir oleh senyumnya yang amat manis.Beberapa detik kemudian aku tersadar.Bergegas aku turun untuk mengejarnya.masih ada harapku untuk bertemu dengannya.Di gerbang rumah kucari dia.Dan tak ada!Dia terlalu cepat pergi!mungkin belok di salah satu gang itu.Aku kecewa!21.30 malam…Di kamar aku masih memikirkannya.Mengapa gadis itu hanya tersenyum tanpa pernah mengatkan sesuatu.Dia hanya membunyikan bel sepedanya.“kring…kring…”suara telepon mengagetkanku.Bergegas aku mengangkatnya ”halo…selamat malam”“ting…ting…ting…”Aku tersentak.“ha..halo…siapa ini?”“ting…ting…ting…”“ini adik kecil ya?”“kakak…”Dan teleponnya terputus.Aku termangu.Benarkah tadi gadis itu?Pagi mengintai dari balik tirai awan.Aku membuka mataku dan bergegas menunggu gadis kecil itu.“ting…ting…ting…”Dia tersenyum lagi.Senyum yang sama.“adik…berhenti!!” panggilku.Lalu aku berlari mengejarnya.Aku sempat melihat dia melambaikan tangan.Dan aku terus mengejarnya sampai depan rumah besar yang kelihatan sepi.“permisi…” teriakku sambil memencet bel yang ada.Aku terus melakukannya berulang-ulang tapi tak ada jawaban.Hingga seseorang memanggilku.“hei!apa yang kau lakukan di situ?”Aku tersentak,”oh…maaf!saya mencari gadis kecil pemilik rumah ini”“apa maksudmu?rumah itu kosong sejak 3 bulan lalu”Aku terkejut,diam,bingung,kaget,atau apalah namanya itu.Kecewa sekali lagi,kemudian aku beranjak pulang.21.03 malam…Aku masih terjaga.Entah mengapa aku makin betah di sini semenjak rasa penasaranku muncul.Di jendela kulihat bintang begitu jelas.Aku menyukainya,aku menerima ketenanganku.Dan aku ingin tetap di sini.“ting…ting…ting…”Reflek aku berlari keluar rumah ketika mendengar suara itu.Di depan pintu kulihat seorang gadis kecil berdiri di samping sepedanya sambil tersenyum.“adik kecil…”“kakak,aku kedinginan…”“mana orang tuamu?”“mama dan papa pergi…”Aku merasa iba melihat ketidakberdayaannya.Aku mengajaknya masuk.Kuberikan susu hangat padanya.“adik kecil,siapa namamu?”“Amy…”Melihat matanya yang jernih,aku merasa begitu menyayanginya.Kemudian aku menawarkannya untuk menginap di rumahku dan dia menganggukkan kepala.“kakak…Amy titip sepeda ya…”Aku mengangguk.Malam makin larut.Pagi mengintai dari balik tirai awan.Matahari yang menandakannya mulai muncul.Dia berusaha menerangi bumi,tempat manusia menggantungkan harapan-harapannya.Aku terbangun!Kucari Amy.Tapi tak ada.Kutanyakan pada ibuku.“tak ada siapa-siapa di sini selain kita.Lagipula kalau tadi malam ada gadis kecil yang tidur di kamarmu,pasti ibu mendengarnya” kata ibu.Aku kembali ke kamar dengan kecewa.“i…itu…”Aku terkaget ketika melihat sepeda kecil di kamarku.Aku langsung berlari menghampirinya.Ada sepucuk surat di sana.“kak…Amy pergi dulu.Tolong jaga sepedaku ya!Amy mau menyusul mama dan papa di surga.Terima kasih kak…”Sekali lagi aku diam.Benarkah yang baru saja kualami hanya mimpi? Aku meragukan diriku dan pikiranku.Amy,gadis kecil itu memberiku sebuah senyuman yang hangat.Membangkitkan jantungku untuk berdetak lebih bersemangat.Aku kini mulai menatap esok yang cerah!!!

Mohon Maap apabila ada kesamaan cerita di kehidupan nyata..
Ini hanya fiktif belaka.. Thankz...

Jumat, 11 Desember 2009

Cake Cinta

dari angka 12 jadi 23 ???

Cerpen by: Omem Lazaruz Regar (Muhammad Itmam)

Pelaku:
1. Lazaruz (Aza)
2. Charissa (Cha)
3. Claudia (okky)
4. Roy (anak kelas satu)

Berkali-kali kulirik jam tangan putihku, masih saja menujuk angka yang sama. Setengah dua kurang lima menit. Huh... lama banget rasanya menunggu bel pulang sekolah. Lima menit saja sudah seperti setahun. Beberapa saat kemudian kulirik lagi jam tanganku itu. nggak jauh beda dengan yang tadi, cuma jarum jamnya bergeser sedikit ke kiri. Aduh... harus sampai kapan aku harus nunggu? Aku nggak mau sedikit pun terlambat 2 cake ini buat dia(My girls during high school). Cake yang aku buat sendiri itu nggak boleh terbuang sia-sia. Hampir semalaman penuh aku membuatnya. Jangan sampai Dia nggak makan cake buatanku ini. Ini kan hari anniversary ke 3 tahun kami. " Teet...teet...teet...." Akhirnya bel berbunyi juga! Aku harus buru-buru nih! Moga-moga saja dia belum pulang duluan. Secepat kilat kaki kecilku berlari menjajahi lorong sekolah yang tak seberapa panjang di samping kelasku. Sesaat kemudian aku sampai di sebuah ruang kecil. Itu ruang favoritnya Nya. Ruang tak seberapa di bawah tangga(yang biasa tempat menyimpan berbagai macam barang). "Tok...tok...tok." Nggak ada yang menyahut. Kuketuk sekali lagi. Tetap nggak ada yang menyahut. Akhirnya kuputuskan untuk membuka pintu tanpa permisi. Begitu ku buka, aku terpanjat dibuatnya. Di dalam ruangan sempit itu kulihat jelas Dia tengah berciuman dengan seorang Cowok yang nggak aku kenal. Kayaknya cowok itu anak kelas 1. Satu dari dua cake ditanganku tiba-tiba kulemparkan ke wajah cowok ganas itu. Butiran air yang menggenangi mataku perlahan menetes. Sejurus kemudian genggaman tanganku lengket dan membirukan wajah anak itu. Dan dengan sekali hempasan kakiku ke perut anak itu dan tolakan sedikit ke dia(My girls during high school), Aku meninggalkan mereka berdua. "Aza!!!" Dia berlari mengejarku, Walau aku tahu, tapi aku tidak peduli. Aku tetap berlari membabi buta menabrak setiap siswa yang menghalangi jalanku. Tepat di ujung kelas, aku menabarak seseorang yang melintas. Orang itu sedikit lebih tinggi dari Dia, dan Lebih Cantik bak sesosok aktor wanita pemeran twilight. Secara Spontan aku merangkul tangannya dan ku bawa ke atas Motor ku. sesampai di Merdeka walk of Tebing, aku berhenti dengan perasaan kacau. tiba-tiba gadis yg ku bawa tadi yang rupanya adik kelasku, "kak, Ma'ap sebelumnya. ini ada apa kak? Tadi kakak membawaku di gerbang sekolah ketika kakak berlari di kejar pacar kakak". "Tepatnya mantan" sentak ku. Lalu dengan fikiran setengah ngaur "ngga' kamu sadari kalau kakak membawamu kemari, untuk mengungkapkan isi hati kakak. Kemudian Aku teringat Cake buatanku masi ada satu Lagi. Namun Cake yang satu itu berlilinkan angka 2. ketika cake yang pertama kulempar tadi belilin angka 1. Tapi ditasku ada Lilin angka 3. Berhubung kemaren aku membeli lilin yang satu paket yang di paket itu telah ada lilin dari angka 1 sampai 3. Tanpa pikir Panjang aku menyatukan kedua angka itu dengan fikiran kedua angka itu Tanpa Makna. "Ini Tanda kalau kakak syang sama kamu, dan kakak ingin jadi pacar kamu". Dengan Wajah tebingung, Dia melihatku dengan mata haru. Setelah terusut, ternyata kami memiliki kesamaan di angka 23. Terjadi ikatan karna angka 23. So, 23 Romance has begun.

apabila terdapat kesamaan nama atau cerita dan kisahnya di kehidupan nyata mohon maap... karena ini cuman fiktif belaka... dan tunggu kelanjutan story nya...

Sabtu, 23 Mei 2009


=OmEm "LaZaRuZ" ReGaR=   iS...   ---MUHAMMAD ITMAM SIREGAR--- 

DI SEBUAH RUMAH TINGGAL SEPASANG KEKASIH YG TLAH MENIKAH SEKITAR 35 TAHUN...

DI TAHUN 1992, TEPATNYA D BTN PAYA PASIR, LAHIR SEORANG ANAK LELAKI TAMPAN DENGAN TDK MEMAKAI BUSANA...

OLEH TANGAN CEKATAN SEORANG BIDAN BERANAK, ANAK INI LAHIR DENGEN SELAMAT DAN DI BERI NAMA OLEH SEPASANG KEKASIH ITU...

---MUHAMMAD ITMAM SIREGAR--- [asLiNya]

=OmEm "LaZaRuZ" ReGaR= [di duNia Maiia]

ITU LH NAMA YG DI BERIKAN...
BANYAK HAL2 YG DI LEWATI NEH ANK... KEBAHAGIAAN... KESEDIHAN...
SETELAH MELEWATI ITU SMUA.....???


dAn iNi Lh aQ 5kRg...
d9n cRi2... :

=> cUakEp
=> hAnd5oMe b0y
=> 5dikit j0rok
=> kReNz Abiz
=> 5Leb0r
=> La5ak
=> 5uPeR bAnDeL
=>
n' bNyAk Lg...

hAL y9 Q sUkA:
*) bEkAwAn
*)n0ngKr0ng yG jLaz
*)TST/BANSUSTEL
*) CaPpUciNo
*)
d sAyANg mA caLoN pCaR
*) di CiNtaH aMa  caLoN pcar jg
*) d sAyAn9 0rtU
*) fOotBaLL n' FutSaL
*) eATiNg
*)Chating
*)TrEvELLiNg
*) jAiLiN 0r9
*) nArZiZ d CaMeRa
*) mAEn 2 d dUnia MAiia
*) bNyk Lg Lh...!!!


hAL y9 9a' 9uE skA:
*) di cUEkiN
*)LoAdiNg LaMa
*) OmOng kOsOng
*) di BhOnGin 
*) cEw2 5ok kCaNtiKaN
*) sEni0r2 5oK HEBAT
*)Cow2 sOk 2 gAteL
*) LABA-LABA
*) bNyk Lg Lh...