Bel Sepeda Gadis Kecil Itu
By : Omem Lazaruz Regar
Pelaku :
1. Lazaruz (Aza)
2. Gina (Tetangga Aza dulu berusia 6 tahun
3. Bu Ani (penjaga warung depan Rumah Aza)
4. Vian & Dido (Teman Aza)
5. Amy (Gadis Bersepeda Kecil)
Pagi mengintai dari balik tirai awan.Matahari yang menandakannya mulai muncul.Dia berusaha menerangi bumi tempat manusia menggantungkan harapannya.Aku masih terlelap!!Kesibukan orang-orang yang mencari kemewahan hidup mulai bermunculan lagi.Rutinitas dan jadwal harian yang telah dirancang sedemikian rupa kembali ditekuni.Aku masih terlelap!!Beragam aktivitas dilakukan oleh makhluk ciptaan Tuhan dan sepertinya mereka berfikir untuk terus hidup hingga 1000 tahun lebih.Mereka memulai pergantian hari dengan senyum yang cerah,dengan wajah yang berseri dan harapan hari ini akan lebih baik dari kemarin.Aku mulai membuka mataku!!Perlahan aku hidup kembali setelah melewati perjalanan panjang dalam mimpi.Kulitku mulai merasakan hangatnya matahari.Kemudian aku beranjak dari ranjangku,berjalan perlahan dan berhenti di teras lantai dua di depan kamarku.Aku diam di situ!Merasakan kebosanan yang masih berlomba menyerangku.Aku diam,hanya diam dan tetap diam.Hanya karena menempati rumah baru yang sedikit jauh dari tempat tinggal asalku,aku merasa begitu asing dengan dunia.Padahal seharusnya kebanggaanku memuncak karena inilah rumah yang kubeli dari hasil jerih payahku.Mungkinkah karena di sini tak ada Gina,anak tetanggaku yang berumur 6 tahun yang sering bermain denganku.Atau mungkin karena di sini tak ada Bibu dan Ubib,dua ekor burung merpati yang tiap pagi menemaniku minum teh dibelakang rumah.Aku masih diam di situ.Mataku tak henti memandang sekeliling seolah mencari sebuah alasan yang nantinya akan membuatku betah tinggal di sini.Di kota kecil yang sungguh tenang ini.Dulu aku selalu memimpikan ketenangan seperti ini.Tapi setelah kudapatkan,kenapa aku merindukan masa-masa dulu.“ting…ting…ting…” terdengar bunyi bel sepeda yang mengagetkanku.Aku melihat ke jalan mencari arah datangnya bunyi itu.Dari arah timur kulihat anak kecil kira-kira berusia 6 tahun tersenyum melihatku.Dia yang membunyikan bel itu.Dan akupun tersenyum.Pagi ke dua,Sekali lagi aku terbangun pada jam yang sama.Kemudian aku termenung di teras lantai dua.Ketika tiba-tiba anak kecil itu membunyikan bel sepedanya dan tersenyum padaku seperti kemarin,aku masih berpikir sederhana ”siapa gadis kecil yang manis itu?”Dan hanya itu memang.Karena aku sungguh tidak merasa mengenalnya.Pagi-pagi yang telah berlalu masih membangunkan aku pada waktu yang sama.Dan tiap pagi,anak kecil dengan sepeda mungilnya masih menyapaku.dia selalu membunyikan bel sepedanya lalu tersenyum.Senyum yang manis…“Bu,saya ingin bertanya,apakah Ibu tahu siapa anak kecil yang tiap pagi naik sepeda melewati depan rumah saya?” tanyaku suatu ketika pada pemilik warung depan rumahku.“siapa ya Mas?kok saya kurang tahu?”Dan aku mendapatkan jawaban yang sama ketika kutanyakan hal ini pada ibuku dan beberapa tetanggaku.Kini,tanpa sadar aku mulai memikirkan gadis kecil itu.Siapa dia? Bukankah aku tak mengenalnya? Mengapa dia selalu tersenyum padaku? Dan mengapa pertemuanku dengannya hanya pagi hari?“mungkin itu hanya halusinasimu saja Aza…” kata temanku ketika aku menceritakan hal ini.“sepertinya nggak mungkin.Masak tiap pagi aku berhayal?”“hantu kali…”“jangan ngawur!mana ada hantu pagi-pagi gitu” dan temanku hanya angkat bahu.Rasa penasaran masih menyelimuti pikiranku.Aku bertekat,besok pagi akan kutemui gadis kecil itu.Gadis yang selalu tersenyum manis menemani kebosananku.Dan sepertinya akupun mulai melupakan bosan itu.Karena tiap kali mengingat senyumnya,hatiku akan seirama dengannya,akan tersenyum juga.Pagi ini kontras dengan biasanya.Langit mendung tapi hatiku tersenyum.Kembali aku menunggu gadis kecil itu.Menunggunya menyapaku.“ting…ting…ting…”Aku tersentak.Dia datang.Dan dia masih tersenyum lagi tanpa mengatakan sesuatu.Aku ingin sekali memanggilnya.Tapi tak ada suara.Aku seperti tersihir oleh senyumnya yang amat manis.Beberapa detik kemudian aku tersadar.Bergegas aku turun untuk mengejarnya.masih ada harapku untuk bertemu dengannya.Di gerbang rumah kucari dia.Dan tak ada!Dia terlalu cepat pergi!mungkin belok di salah satu gang itu.Aku kecewa!21.30 malam…Di kamar aku masih memikirkannya.Mengapa gadis itu hanya tersenyum tanpa pernah mengatkan sesuatu.Dia hanya membunyikan bel sepedanya.“kring…kring…”suara telepon mengagetkanku.Bergegas aku mengangkatnya ”halo…selamat malam”“ting…ting…ting…”Aku tersentak.“ha..halo…siapa ini?”“ting…ting…ting…”“ini adik kecil ya?”“kakak…”Dan teleponnya terputus.Aku termangu.Benarkah tadi gadis itu?Pagi mengintai dari balik tirai awan.Aku membuka mataku dan bergegas menunggu gadis kecil itu.“ting…ting…ting…”Dia tersenyum lagi.Senyum yang sama.“adik…berhenti!!” panggilku.Lalu aku berlari mengejarnya.Aku sempat melihat dia melambaikan tangan.Dan aku terus mengejarnya sampai depan rumah besar yang kelihatan sepi.“permisi…” teriakku sambil memencet bel yang ada.Aku terus melakukannya berulang-ulang tapi tak ada jawaban.Hingga seseorang memanggilku.“hei!apa yang kau lakukan di situ?”Aku tersentak,”oh…maaf!saya mencari gadis kecil pemilik rumah ini”“apa maksudmu?rumah itu kosong sejak 3 bulan lalu”Aku terkejut,diam,bingung,kaget,atau apalah namanya itu.Kecewa sekali lagi,kemudian aku beranjak pulang.21.03 malam…Aku masih terjaga.Entah mengapa aku makin betah di sini semenjak rasa penasaranku muncul.Di jendela kulihat bintang begitu jelas.Aku menyukainya,aku menerima ketenanganku.Dan aku ingin tetap di sini.“ting…ting…ting…”Reflek aku berlari keluar rumah ketika mendengar suara itu.Di depan pintu kulihat seorang gadis kecil berdiri di samping sepedanya sambil tersenyum.“adik kecil…”“kakak,aku kedinginan…”“mana orang tuamu?”“mama dan papa pergi…”Aku merasa iba melihat ketidakberdayaannya.Aku mengajaknya masuk.Kuberikan susu hangat padanya.“adik kecil,siapa namamu?”“Amy…”Melihat matanya yang jernih,aku merasa begitu menyayanginya.Kemudian aku menawarkannya untuk menginap di rumahku dan dia menganggukkan kepala.“kakak…Amy titip sepeda ya…”Aku mengangguk.Malam makin larut.Pagi mengintai dari balik tirai awan.Matahari yang menandakannya mulai muncul.Dia berusaha menerangi bumi,tempat manusia menggantungkan harapan-harapannya.Aku terbangun!Kucari Amy.Tapi tak ada.Kutanyakan pada ibuku.“tak ada siapa-siapa di sini selain kita.Lagipula kalau tadi malam ada gadis kecil yang tidur di kamarmu,pasti ibu mendengarnya” kata ibu.Aku kembali ke kamar dengan kecewa.“i…itu…”Aku terkaget ketika melihat sepeda kecil di kamarku.Aku langsung berlari menghampirinya.Ada sepucuk surat di sana.“kak…Amy pergi dulu.Tolong jaga sepedaku ya!Amy mau menyusul mama dan papa di surga.Terima kasih kak…”Sekali lagi aku diam.Benarkah yang baru saja kualami hanya mimpi? Aku meragukan diriku dan pikiranku.Amy,gadis kecil itu memberiku sebuah senyuman yang hangat.Membangkitkan jantungku untuk berdetak lebih bersemangat.Aku kini mulai menatap esok yang cerah!!!
Mohon Maap apabila ada kesamaan cerita di kehidupan nyata..
Ini hanya fiktif belaka.. Thankz...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar