
Is this meant delays in love
Fai = Firefly kuPelaku:
Aku = Lazaruz (aza)
Aku = Lazaruz (aza)
GAze.inc and Lediizt
Sudah setahun aku berada di kota Medan, meninggalkan kota Tebing tinggi tercinta. Disini pula aku mencoba mencari pengalaman hidup untuk bekal masa depanku. Dan ini semua harus aku lakukan walaupun aku meninggalkan kota Tebing yang penuh kenangan, jauh dari keluarga, jauh dari teman-teman dan pastinya jauh dari seseorang yang aku cintai. Kadang-kadang di suatu malam sebelum aku tertidur, kenangan-kenangan indah itu muncul kembali mengusik tidurku. Sehingga mau tak mau aku ikut kembali terhanyut kembali ke masa lalu sebelum kepergianku ke Medan. ”Hari Minggu aku mau pergi ke Medan” kataku pada Fai dua hari sebelum kepergianku. ”Kok kamu baru bilang sekarang...??” kata Fai sedikit kaget. Raut wajahnya yang awalnya cerah berubah sedikit kecewa dan sedih. ”Karena aku gak ingin buat kamu sedih Fai, sebelum aku pergi” kataku sedikit menenangkan dirinya walaupun masih ada raut kesedian diwajahnya. Kemudian Fai dan aku terdiam, merenungi kenyataan yang akan terjadi, terpisah dalam jarak yang jauh dan dalam waktu yang belum bisa ditentukan. ”Berarti Aza ninggalin aku disini kan...??” tiba-tiba Fai bertanya memecah kesunyian. ”Walaupun aku jauh dari Fai tapi sayangku akan selalu menemani Fai” jawabku tegas. ”Ntar kalau Fai kangen kan bisa lewat SMS atau telpon” kataku lagi. Akhirnya ketenangan mulai tampak diwajah manisnya Fai setelah kukatakan hal itu. Waktu selalu berjalan tanpa bisa kita hentikan. Keberangkatanku pun tidak dapat ditunda lagi. Sebelum pergi Fai berkata kepadaku ”Aza jangan lupain Fai ya...” katanya. ”Aku gak akan ngelupai Fai kok” kataku. ”Selama cinta masih ada dihati Fai, selama itu pula Fai akan ada dihatiku” kataku lagi. Kemudian Fai dapat melepas kepergianku dengan tenang, walaupun masih terasa kesedihan diraut wajahnya. Lewat kaca jendela bus yang kunaiki, aku melihat Fai melambaikan tangan diselimuti kesedihan. Lambat laun Fai terlihat semakin jauh, seirng dengan laju bus yang kunaiki. Selama diperjalanan tak ada keceriaan yang bisa kurasakan, selain hanya merenungi takdir hidup yang harus kujalani, walaupun itu begitu berat bagiku. Selama satu bulan dikota Medan, kerinduanku masih bisa terobati, karena kami masih bisa berkomunikasi lewat SMS atau telpon. Aku dan Fai pun mulai terbiasa dengan kondisi yang jauh. Tapi setelah memasuki dua bulan, komunikasi kami mulai terhenti, Fai perlahan-lahan mulai berubah. Mulai dari tak pernah balas SMS dariku hingga tidak mengangkat telpon. Apalagi setelah ada satu masalah yang mengaitkan soal kegemaran. Maka awal mula kisah pahitku terjadi. Disuatu malam aku berfikir mungkin Fai telah menemukan pengganti diriku, yang bisa membuatnya bahagia lagi disana. Akhirnya aku memutuskan untuk melupakan Fai. Saat itu pula aku teringat kata-kata ku kepada Fai sebelum aku pergi ”Selama ada cinta dihati Fai, maka Fai akan selalu ada dihatiku”. Akhirnya aku mengerti cinta Fai untukku sudah hilang. Jadi percuma saja aku terlalu dalam memendam cinta dan kerinduan di hati kalau akhirnya hanya kekosongan yang aku dapatkan. Sampai sekarang aku hanya mampu berharap dan menanti seorang Fai yang dulu lagi, atau akankah kutemukan sosok Fai yang lain yang bisa mengobati kekecewaan dan kerinduanku. Waktu akan terus berjalan di dalam kisah-kisah kehidupanku, hingga suatu saat akan kutemukan jawaban dari setiap lembaran kisah yang kujalani.
"Aku bukan Tuhan...
Yang mampu mengubah jalan kehidupan...
Mengubah benci menjadi cinta...
Mengubah cerita menjadi nyata...
Aku hanya manusia biasa...
Yang akan selalu menjalani kehidupan...
Yang hanya berharap cinta dan kasih sayang…
Yang akan selalu menjadi tokoh cerita dalam kenyataan...
Hanya waktu...
Yang mampu menjawab semua misteri kehidupan..."
Setahun tak terasa berlalu.. begitu banyak hal2 yang kulewati dlam kurun waktu tsb... mulai dari jalinan sahabat, mencoba menatih cinta kembali Lewat berbagai macam wanita2 yang ada, namun hasil nihil, dan juga menemukan kembali serpihan "Lazaruz" yang hilang. mencoba menemukan diriku yang pernah dimiliki oleh seorang Firefly.. Yah, Dia lah.. Hanya dia yg memang dapat mengembalikan aku seperti dulu. Barawal dari selesai SMA nya, aku mulai sedikit menatap cahaya cerah.. Memang sudah tebersit di benak, aku yakin inilah jalanku. Temukan kembali Fireflyku yang hilang adalah jalan satu2nya. "Ini awal langkahmu Aza", Batinku bergumam. Ku mulai lagi semua dari awal. Mulai memberi kabar, walaupun hanya sekedar basa basi. gerak jari kini mulai giat merangkai kata2 walau hanya berbentuk pesan singkat sms. tapi inilah yang hanya bisa kulakukan. dan terus berkelanjutan hingga mulai adanya kembali pertemuan. semua ini terjadi diluar akal fikiirku. hanya sebuah special thankz buat sohib2 gaze.inc dan juga sohib aku yakni Tria. Tak terelakkan pertemuan demi bertemuan semakin intens dikarenakan kedua sahabat kami menjalani sebuah hubungan special dari SMA, kini kami pun dapat mejalani serpihan2 yang hilang dimasa dulu walau masih sebatas pertemanan biasa. Puncak semua ini terjadi dikala tergerak niat untuk menjejakkan kembali kaki kami di kampung halaman. Namun siapa sangka berhubung hari llibur itu dikarenakan adanya pemilihan kepala daerah, sehingga membuat kami harus merelakan kepulangan kami malam itu dikarenakan semua angkutan telah habis. hanya satu2nya jalan keluar dari semua ini. yakni bermalam di salah satu rumah sahabat kami yang berada tak jauh dari tempat kejadian perkara. Semua berawal dari sini.Kegembiraan yang pernah ku rasakan sepanjang umurku. walau dikehidupan sebelumnya aku tak terelakkan dengan situasi in, namun sungguh kali ini beda. hanya saja kelemahanku, aku tidak mampu megulas di blog ku ini. Cinta yang sempat menjadi sebuah angan, mencuat kembali.
"with a kiss from her lips, my love has blossomed in his heart again.
11-12 is at the starting point O'2 Love stepped back. with hope, love, warm hugs, the beauty of our love to start again. this is our love story. I'm his.. I'm her.. present O'2 Love..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar