Jumat, 11 Desember 2009

Cake Cinta

dari angka 12 jadi 23 ???

Cerpen by: Omem Lazaruz Regar (Muhammad Itmam)

Pelaku:
1. Lazaruz (Aza)
2. Charissa (Cha)
3. Claudia (okky)
4. Roy (anak kelas satu)

Berkali-kali kulirik jam tangan putihku, masih saja menujuk angka yang sama. Setengah dua kurang lima menit. Huh... lama banget rasanya menunggu bel pulang sekolah. Lima menit saja sudah seperti setahun. Beberapa saat kemudian kulirik lagi jam tanganku itu. nggak jauh beda dengan yang tadi, cuma jarum jamnya bergeser sedikit ke kiri. Aduh... harus sampai kapan aku harus nunggu? Aku nggak mau sedikit pun terlambat 2 cake ini buat dia(My girls during high school). Cake yang aku buat sendiri itu nggak boleh terbuang sia-sia. Hampir semalaman penuh aku membuatnya. Jangan sampai Dia nggak makan cake buatanku ini. Ini kan hari anniversary ke 3 tahun kami. " Teet...teet...teet...." Akhirnya bel berbunyi juga! Aku harus buru-buru nih! Moga-moga saja dia belum pulang duluan. Secepat kilat kaki kecilku berlari menjajahi lorong sekolah yang tak seberapa panjang di samping kelasku. Sesaat kemudian aku sampai di sebuah ruang kecil. Itu ruang favoritnya Nya. Ruang tak seberapa di bawah tangga(yang biasa tempat menyimpan berbagai macam barang). "Tok...tok...tok." Nggak ada yang menyahut. Kuketuk sekali lagi. Tetap nggak ada yang menyahut. Akhirnya kuputuskan untuk membuka pintu tanpa permisi. Begitu ku buka, aku terpanjat dibuatnya. Di dalam ruangan sempit itu kulihat jelas Dia tengah berciuman dengan seorang Cowok yang nggak aku kenal. Kayaknya cowok itu anak kelas 1. Satu dari dua cake ditanganku tiba-tiba kulemparkan ke wajah cowok ganas itu. Butiran air yang menggenangi mataku perlahan menetes. Sejurus kemudian genggaman tanganku lengket dan membirukan wajah anak itu. Dan dengan sekali hempasan kakiku ke perut anak itu dan tolakan sedikit ke dia(My girls during high school), Aku meninggalkan mereka berdua. "Aza!!!" Dia berlari mengejarku, Walau aku tahu, tapi aku tidak peduli. Aku tetap berlari membabi buta menabrak setiap siswa yang menghalangi jalanku. Tepat di ujung kelas, aku menabarak seseorang yang melintas. Orang itu sedikit lebih tinggi dari Dia, dan Lebih Cantik bak sesosok aktor wanita pemeran twilight. Secara Spontan aku merangkul tangannya dan ku bawa ke atas Motor ku. sesampai di Merdeka walk of Tebing, aku berhenti dengan perasaan kacau. tiba-tiba gadis yg ku bawa tadi yang rupanya adik kelasku, "kak, Ma'ap sebelumnya. ini ada apa kak? Tadi kakak membawaku di gerbang sekolah ketika kakak berlari di kejar pacar kakak". "Tepatnya mantan" sentak ku. Lalu dengan fikiran setengah ngaur "ngga' kamu sadari kalau kakak membawamu kemari, untuk mengungkapkan isi hati kakak. Kemudian Aku teringat Cake buatanku masi ada satu Lagi. Namun Cake yang satu itu berlilinkan angka 2. ketika cake yang pertama kulempar tadi belilin angka 1. Tapi ditasku ada Lilin angka 3. Berhubung kemaren aku membeli lilin yang satu paket yang di paket itu telah ada lilin dari angka 1 sampai 3. Tanpa pikir Panjang aku menyatukan kedua angka itu dengan fikiran kedua angka itu Tanpa Makna. "Ini Tanda kalau kakak syang sama kamu, dan kakak ingin jadi pacar kamu". Dengan Wajah tebingung, Dia melihatku dengan mata haru. Setelah terusut, ternyata kami memiliki kesamaan di angka 23. Terjadi ikatan karna angka 23. So, 23 Romance has begun.

apabila terdapat kesamaan nama atau cerita dan kisahnya di kehidupan nyata mohon maap... karena ini cuman fiktif belaka... dan tunggu kelanjutan story nya...

2 komentar: